Wondiwoi Tour-Wondama
- Get link
- X
- Other Apps
Ritual Penyambutan Tamu dalam Kehidupan Suku Toro
Ritual
Penyambutan Tamu dalam kehidupan masyarakat suku Toro di Wondama Papua Barat
Indonesia.
Penyambutan
yang dimaksud di sini adalah penyambutan yang selalu dilakukan kepada orang
atau tamu yang baru pertama kali datang dan mengunjungi mereka. Ritual
penyambutan ini diawali dengan pemasangan tali hutan yang diikat dari satu
pohon ke pohon yang lain dan dibentangkan melintas di tengah jalan masuk ke
kampung mereka. Tali hutan yang dibentangkan itu mereka menggantung
berbagai rumput dan daun daun hutan. Setelah itu mereka menyediakan parang dan
parang tersebut akan diberikan kepada tamu yang hendak masuk. Biasa pimpinan
rombongan dari tamu yang hendak masuk yang memegang parang yang
diberikan. Parang tersebut digunakan untuk memotong tali yang telah mereka
bentang dan melintas di jalan. Setelah tali yang dibentangkan sudah
selesai, diantara orang suku toro mereka mengutus salah seorang unduk duduk di
bawah tali yang telah dibentangkan dan di pinggiran jalan sebalah kiri dan
kanan dipenuhi oleh orang suku yang memegang tifa dan akan bernyanyi mengiringi
perjalanan menuju rumah adat dan di sebelah kanan berdiri para ibu-ibu yang
memegang bambu, di dalam bambu yang mereka pegang sudah tersedia air yang
mereka isi langsung dari sungai di dekat kampung.
Setelah persiapan itu semua suda
siap, maka mulailah dengan proses penyambutan yang diawali dengan pemotongan
tali oleh salah satu tamu atau katakanlah pimpinan tamu, setelah tali itu
dipotong, tamu yang telah memotong tali melanjutkan dengan memegang tangan
orang suku yang telah duduk di bawah tali yang dibentangkan tadi, mengangkatnya
untuk berdiri.
Setalah itu mereka yang sudah berdiri dengan memegang tifa akan
membunyikan tifa dan menyanyi nyanyian tradisional mereka. Para tamu hendak
masuk melintas tali itu dan mereka mencuci tangan dari air yang sudah
disediakan dalam bambu yang dipegang oleh ibu-ibu, air itu hendak dituang dan
setiap tamu maupun semua orang yang ada di situ wajib mencuci tangan termasuk
semua orang suku yang ada.
Setelah itu para tamu diantar dengan iringan musik tifa dan nyanyian
tradisional menuju rumah adat suku toro. Saat sampai di halaman rumah
adat, para tamu akan dikalungkan noken khas suku toro yang dirajut dari bahan
tali hutan. Setelah itu setiap orang baik tamu maupun orang suku diwajibkan
mencuci tangan untuk kedua kali dan disilahkan memasuki rumah adat.
|
Dirumah adat mereka
memberi kesempatan kepada tamu untuk menyampaikan maksud dan tujuan
kedatangan. Lalu merekapun diskusi untuk mempersiapkan apa yangmenjadi maksud
dan tujuan tamu. |
|
|
|
Untuk minum air pun
harus secara bersamaan, jika ada yang lebih dahulu selesai makan, tidak
diijinkan untuk meminum air mendahului yang lain, sehingga mereka yang lebih
dahulu selesai makan harus menunggu yang lain, jika semuanya sudah selesai
makan barulah air yang disediakan itu bisa diminum. Air yang disediakan
untuk diminum itu dapat diminum secara bergiliran dari satu orang ke orang
lainnya. |
|
|
Jika semuanya sudah
selesai maka prosesi ritual adat penyambutan tamu dan makan bersama telah
selesai, Barulah para tamu maupun orang suku boleh melakukan aktivitas
yang lain. Untuk keluar meninggalkan rumah adat pun diwajibkan untuk mencuci
tangan.





Comments